Profil Adi Setyawan, Wisudawan Berprestasi Agribisnis UMG: Buktikan Prestasi Tak Mengenal Batas Ekonomi

Adistiar Prayoga
Minggu, 15 Februari 2026 07:37 WIB
Adi Setyawan (kanan) menerima piagam penghargaan dari Dekan Fakultas Pertanian UMG

Gresik, eNews – Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mencetak prestasi gemilang di dunia akademik maupun non-akademik. Hal ini dibuktikan oleh Adi Setyawan, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada Yudisium ke-48 Fakultas Pertanian, Kamis (13/2/2026).
 
Adi Setyawan merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,97, dengan masa studi singkat selama 3,5 tahun. 
 
Keseimbangan Akademik dan Prestasi Nasional
Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Farikhah, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kelulusan ini adalah awal dari tanggung jawab profesional. Yudisium ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan pengukuhan amanat sebagai ahli pertanian.
 
"Gelar sarjana pertanian memberikan arti bahwa kalian adalah ahli di bidangnya. Mahasiswa harus mandiri dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
 
Sosok Adi Setyawan menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UMG dalam mencetak lulusan berkualitas. Adi menonjol karena kemampuannya menyeimbangkan tuntutan akademik dengan pengembangan soft skill. Rekam jejak prestasinya terbentang luas, mulai dari ranah kewirausahaan hingga arena olahraga.
 
Di bidang bisnis dan inovasi, ia berhasil menembus 10 Besar Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda Seed and Scale 2025 untuk kategori Energy Founder, serta menyabet Juara III dalam ajang Gresik Inovasi Kompetisi 2025.
 
Kontribusi sosialnya pun diakui melalui predikat Kelompok Terbaik Sociopreneur pada Program Kompetisi Proyek Sosial PF Muda 2024. Sementara di lapangan hijau, ketangguhan karakter Adi teruji lewat raihan Juara III Hockey Outdoor pada Porprov Jatim 2022 dan Piala Wali Kota Malang 2023. Kombinasi prestasi ini menunjukkan bahwa lulusan Agribisnis UMG tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga memiliki daya saing yang kompetitif.
 
Filosofi Pertanian: Pesan Haru untuk Lulusan
Mewakili rekan sejawatnya, Adi menyampaikan refleksi mendalam yang mengaitkan ilmu pertanian dengan panggilan hidup. Di hadapan pimpinan fakultas dan para dosen, ia menganalogikan perjalanan akademik layaknya siklus pertumbuhan alami.
 
“Dari tanah, kita belajar bahwa kerendahan hati adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dari akar, kita belajar keteguhan, dan dari buah kita memahami bahwa makna sejati hidup terletak pada kemampuan untuk memberi,” tutur Adi di tengah suasana auditorium yang hening.
 
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak lepas dari ekosistem pendukung di sekitarnya. Menurut Adi, kehidupan bergerak seperti alam yang penuh siklus dan membutuhkan kolaborasi.
 
“Tidak ada benih yang mampu tumbuh sendirian. Ada tangan yang menuntun, nasihat yang memberi arah, serta doa yang menjadi cahaya bagi setiap langkah kita,” tambahnya, menutup sambutan yang disambut tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.
 
Prodi Agribisnis UMG Siap Cetak Lulusan Kompetitif
Keberhasilan Adi Setyawan merupakan buah dari sistem pendampingan terintegrasi di Prodi Agribisnis UMG. Sejak awal studi, ia dibimbing secara akademik oleh dosen senior R. Achmad Djazuli, S.P., M.MA. Sementara itu, untuk mempertajam daya saing di level nasional, Adi mendapatkan arahan strategis dari Kepala Biro Pengembangan Prestasi Mahasiswa UMG, Afakhrul Masub Bakhtiar, S.Pd., M.Pd.
 
Kolaborasi antara program studi dan universitas ini menjadi keunggulan kompetitif bagi mahasiswa UMG. Melalui pola pembinaan yang terarah, potensi mahasiswa tidak hanya dibiarkan berkembang secara mandiri, tetapi dikelola secara strategis untuk mencapai standar prestasi optimal.
 
Efektivitas sistem ini tercermin dari sebaran alumni Agribisnis UMG yang kini berkarier di berbagai sektor strategis. Mulai dari agripreneur muda, konsultan bisnis, profesional di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga pakar di sektor swasta yang berkontribusi langsung pada kebijakan pangan nasional.
 
Ketua Prodi Agribisnis UMG, Resya Nurdyawati, S.P., M.P., menegaskan bahwa pencapaian Adi merupakan manifestasi nyata dari visi prodi: "Cerdas Bertani, Pintar Berbisnis". Menurutnya, kurikulum yang diterapkan telah disesuaikan dengan dinamika industri pertanian modern agar lulusan memiliki ketajaman manajerial sekaligus pemahaman teknis yang kuat.
 
"Agribisnis UMG berkomitmen untuk terus mencetak tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjawab tantangan besar ketahanan pangan nasional," pungkas Resya.

Universitas Muhammadiyah Gresik Faperta UMG Agribisnis UMG Berita Jawa Timur
Baca Lainnya