Respons Cepat Temuan 70 Kasus Anak Terpapar Radikalisme, FKPT Jatim Perkuat Strategi Pencegahan

Muhammad Arifin
Kamis, 22 Januari 2026 09:38 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Menindaklanjuti temuan mengkhawatirkan mengenai 70 anak yang terpapar paham radikalisme di Jawa Timur, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bergerak cepat dengan menggelar kajian dan rapat koordinasi strategis pada Rabu (21/1).

​Bertempat di Meeting Room Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pertemuan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Tugas (Satgas) FKPT Jatim. Agenda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama dalam melindungi generasi muda dari ancaman ekstremisme.

​Kewaspadaan di Ruang Digital

​Hadir sebagai narasumber utama, Kompol Dandung Pratidina Panji Asmoro Sakti, S.I.K. dari Densus 88 Antiteror Polri. Dalam paparannya, ia menyoroti dinamika radikalisme yang kini semakin tersamar dan berkembang pesat melalui dunia digital.

​"Paham radikalisme terus mengalami dinamika dan tidak selalu tampil dalam bentuk yang mudah dikenali. Pesatnya perkembangan dunia digital menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan untuk melakukan pencegahan sejak dini," jelas Kompol Dandung.

​Langkah Strategis dan Kolaboratif

​Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menegaskan bahwa kajian ini merupakan respons langsung sekaligus upaya meningkatkan kapasitas internal pengurus dalam membaca arah perkembangan paham radikal.

​"Kajian ini kami selenggarakan sebagai upaya meningkatkan wawasan terhadap perkembangan radikalisme yang kini sangat dekat dengan kehidupan anak-anak melalui ruang virtual," ujar Prof. Husniyatus kepada eNews.id.

​Ia menekankan bahwa penanganan kasus ini tidak bisa dilakukan secara parsial. FKPT Jatim berkomitmen menempuh pendekatan yang bersifat:

  • Edukatif: Memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
  • Persuasif: Mengajak dialog dan pendekatan secara halus.
  • Kolaboratif: Melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

​Rencana Tindak Lanjut: Sosialisasi Berbasis Komunitas

​Dalam rapat koordinasi tersebut, FKPT Jatim telah menyusun sejumlah rencana aksi nyata. Salah satunya adalah penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah serta optimalisasi sosialisasi berbasis komunitas. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di lingkungannya.

​Melalui pertemuan ini, FKPT Jawa Timur berharap terbangun sinergi yang lebih solid antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Tujuannya satu: memperkuat ketahanan sosial dan memastikan masa depan generasi muda Jawa Timur tetap terjaga dari pengaruh ideologi kekerasan.

Baca Lainnya