Sholeh di Sajadah, Salah di Sosial Media: Menakar Ketulusan Taqwa di Era Digital
yupan
Kamis, 19 Februari 2026 03:52 WIB
SURABAYA – Di tengah gempuran arus informasi dan gaya hidup digital, sebuah fenomena paradoks muncul ke permukaan: keshalehan yang tampak khusyuk di atas sajadah seringkali luntur saat seseorang menyentuh layar ponsel. Fenomena "kosmetik spiritual" ini menjadi sorotan tajam Imam Sapari, S.HI., M.Pd.I, Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya.
Dalam ulasan mendalamnya, beliau mengajak umat Islam untuk melakukan otopsi spiritual terhadap kualitas iman masing-masing. Apakah taqwa yang dimiliki adalah kompas hidup sejati, atau sekadar aksesori untuk membangun citra saleh di mata manusia?
Membedah "Operating System" Taqwa
Menurut Imam Sapari, taqwa yang utuh tidak boleh terbelah. Ia merumuskan lima dimensi utama yang harus selaras antara aktivitas ritual dan aktivitas digital, diantaranya;
- Aqidah sebagai Fondasi: Di era modern, aqidah diuji dengan munculnya "berhala" baru seperti ketergantungan pada zodiak atau klenik digital. Orang bertaqwa harus tetap bersandar pada Allah (Ar-Razzaq) di tengah krisis ekonomi.
- Ibadah sebagai Kebutuhan: Ibadah bukan sekadar pengisi waktu sisa. Taqwa sejati adalah keberanian menghentikan aktivitas duniawi (seperti rapat atau gadget) saat panggilan adzan berkumandang.
- Ilmu sebagai Filter: Di tengah disrupsi informasi, taqwa berarti mempraktikkan tabayyun (verifikasi). "Taqwa tanpa ilmu hanya melahirkan fanatisme buta," tegasnya.
- Akhlaq di Ujung Jari: Integritas seseorang diuji saat berinteraksi di kolom komentar. Menahan amarah dan tetap sopan saat berdiskusi adalah wajah nyata dari ketaqwaan.
- Sosial dari Konsumtif ke Kontributif: Keshalehan harus berdampak. Alih-alih melakukan flexing (pamer kemewahan) yang memicu hasad, taqwa harus diwujudkan dalam aksi nyata seperti crowdfunding kemanusiaan.
Panduan Etika Digital: 5 Hal yang Harus Dilakukan & Ditinggalkan
Sebagai langkah konkret, Imam Sapari membagikan panduan praktis bagi para pengguna media sosial:
|
Dimensi |
Lakukan (Do's) |
Tinggalkan (Don'ts) |
|---|---|---|
|
Aqidah |
Gunakan fitur Mute/Unfollow akun yang merusak iman. |
Percaya ramalan nasib, horoskop, atau konten klenik. |
|
Ibadah |
Aktifkan mode Do Not Disturb saat waktu ibadah. |
Bermain gadget saat ceramah atau menunggu iqamah. |
|
Ilmu |
Ikuti webinar keagamaan dengan sanad ilmu yang jelas. |
Menelan mentah-mentah kutipan hadits tanpa verifikasi. |
|
Akhlaq |
Berkomentar dengan kata-kata santun dan membangun. |
Cyberbullying, menghujat, atau menyebar aib orang. |
|
Sosial |
Menggalang dana online untuk misi kemanusiaan. |
Pamer kemewahan (flexing) yang menimbulkan iri. |
Kesimpulan: Taqwa Bukan Aksesori
Menutup ulasannya, Imam Sapari mengingatkan bahwa Allah tidak menilai manusia dari seberapa estetis kutipan agama di profil media sosial, melainkan dari apa yang berakar di dalam hati.
"Ketaqwaan sejati diukur dari seberapa mampu nilai-nilai sajadah itu mengerem jempol dan lisan kita saat sendirian. Mari berhenti menjadikan agama sebatas aksesori, dan mulailah menjadikannya fondasi," pungkasnya.
Baca Lainnya
Gagal Puasa Sebelum Maghrib: Menjual Akhlak Demi Konten dan Nongkrong Malam
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 1 Jam
Refleksi Ramadhan 2026: Menjadikan Puasa sebagai Obat Penawar "Luka Moral" Bangsa
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Menyulam Harmoni di Balik Perbedaan Awal Ramadhan: Kedewasaan Umat dalam Bingkai Ukhuwah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 3 Hari
Sambut Gerakan Indonesia ASRI: Ubah "Bom" Sampah Menjadi Warisan Keindahan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Dua Wajah Kepemimpinan Surabaya: Memeluk yang Rapuh, Menopang yang Jatuh
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 9 Hari
Tragedi NTT dan Matinya Kemanusiaan di Dunia Pendidikan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 14 Hari
Pakar Hukum Soroti Kekeliruan Penanganan Kasus di Polres Sleman: Pentingnya Penguasaan KUHP Baru
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
Sikap Kapolri Tolak Jabatan Menteri Kepolisian Dinilai Tepat dan Konstitusional
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 23 Hari
Dermawan, Sabar, dan Mudah Memaafkan adalah Ciri Orang Bertaqwa
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 24 Hari
