Bukan Sekadar Menulis, Ini Alasan Siswa MIM Dupan Wajib Melek Jurnalistik
yupan
Kamis, 5 Februari 2026 14:37 WIB
Surabaya, eNews - Semangat literasi tengah menyelimuti siswa MI Muhammadiyah 28 Bangkingan (MIM Dupan). Pada Rabu (5/2/2026), sebuah obrolan menarik terjadi antara dua jurnalis cilik sekolah. Faranisa Safira Anggoro, siswi kelas 2 Ali bin Abi Thalib, berkesempatan mewawancarai kakak kelasnya, Nafeeza Rizkya Almaherra dari kelas 3-A Khalid bin Walid, mengenai pentingnya dunia jurnalistik bagi para siswa.
Dalam wawancara tersebut, Nafeeza mengungkapkan bahwa jurnalistik bukan hanya soal mencari berita, melainkan sebuah keterampilan hidup (life skill) yang sangat berharga.
Berdasarkan hasil bincang-bincang mereka, berikut adalah empat alasan utama mengapa jurnalistik itu penting, diantaranya:
Pertama, Mengasah "Otak Detektif"
Di tengah maraknya informasi di media sosial, jurnalistik mengajarkan siswa untuk memiliki "radar" terhadap berita palsu atau hoaks. Siswa dilatih untuk skeptis secara positif, selalu melakukan verifikasi data, dan tidak mudah terkecoh oleh judul yang bombastis.
Kedua, Komunikasi yang Terstruktur (5W + 1H)
Nafeeza menekankan bahwa belajar jurnalistik membuat cara bicara dan menulis menjadi lebih rapi. Dengan menggunakan rumus 5W + 1H, tulisan menjadi lebih to-the-point dan pembicaraan menjadi lebih mudah dimengerti oleh orang lain.
Ketiga, Membangun Mental Juara dan Percaya Diri
Menjadi jurnalis cilik menuntut keberanian untuk bertanya.
"Kita dilatih untuk berani wawancara dengan orang baru, seperti guru atau kepala sekolah, dan tampil percaya diri di depan kamera," ujar Nafeeza.
Keempat, Menjadi Penyambung Lidah Sekolah
Jurnalistik meningkatkan kepedulian sosial. Siswa diajak untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar, mulai dari isu lingkungan sekolah hingga prestasi teman sejawat. Hal ini menjadikan jurnalis sebagai jembatan informasi yang menyuarakan kebenaran.
Kesimpulan Penting
Apapun cita-citanya nanti—apakah ingin menjadi dokter, arsitek, hingga gamer profesional—kemampuan mengolah informasi dan berkomunikasi yang didapat dari jurnalistik akan selalu dibutuhkan di masa depan.
Baca Lainnya
Asah Skill Kehidupan, Siswa SD Mudalan Surabaya Mulai Akrab dengan Dunia Jurnalistik
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Waspada "Jebakan Batman" Digital: Jurnalis Cilik MIM 27 Surabaya Bedah Bahaya Hoax
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Keseruan Belajar Kelompok: Cara Jurnalis Cilik MIM 28 Surabaya Tuntaskan Tugas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 8 Hari
Jurnalis Cilik SDM 29 Surabaya Belajar Tangkal Hoax: Lindungi Anak dari "Jebakan Batman" Digital
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 9 Hari
Aksi Jurnalis Cilik SDM 22 Surabaya: Mengupas Bahaya "Jebakan Batman" Hoax di Era Digital
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 10 Hari
Jurnalis Cilik MIM 25 Surabaya Gali Inspirasi dari Sanggar Tari Gito Maron
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 13 Hari
Cerita Empat Jurnalis Cilik: Kisah Seru di Balik Sulitnya Membangun Kemah Persahabatan MIM Dupan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Hari
Pengalaman Seru Rasya Ahmad Rayakan Isra Mikraj Pertama di MIM 28 Surabaya
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Hari
Pengalaman Seru Lomba Nasyid Isra Mikraj: Zayana Aurora Tetap Ceria Meski Belum Juara
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Hari
