Hilal Tidak Terlihat di 21 Titik Jawa Timur, Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Jatuh pada Kamis 19 Februari

Armand
Selasa, 17 Februari 2026 22:25 WIB
Istimewa

 

Sidoarjo, eNews – Tim Rukyatul Hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa hilal awal Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di seluruh titik pengamatan di Jawa Timur pada Selasa sore (17/2). Secara astronomis, posisi bulan saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Sya’ban dipastikan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

​Pemantauan serentak ini dilaksanakan di 21 lokasi strategis yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, mulai dari ujung barat di Ngawi hingga ujung timur di Banyuwangi, serta wilayah kepulauan di Madura.

Analisis Hisab: Posisi Hilal Masih Negatif

​Berdasarkan data dari Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H ini belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

​Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal dapat dikatakan mungkin untuk terlihat (imkanur rukyat). Namun, pada pengamatan kali ini, tinggi hilal tercatat masih berada pada posisi negatif atau di bawah ufuk mar’i.

Instruksi Kemenag Jatim: Tunggu Sidang Isbat

​Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa seluruh hasil dari 21 titik pengamatan telah dilaporkan secara resmi ke Kementerian Agama RI di Jakarta.

​“Hasil pemantauan di seluruh Jawa Timur menunjukkan hilal tidak terlihat karena posisinya yang masih di bawah ufuk. Dengan kondisi ini, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. Namun, untuk ketetapan resmi 1 Ramadan 1447 H, kami meminta masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman dari Menteri Agama melalui Sidang Isbat,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar.

 

​Secara perhitungan hisab, jika Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, maka awal puasa atau 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sinergi Lintas Sektor dalam Pengamatan

​Pelaksanaan rukyatul hilal di Jawa Timur dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur ahli agar hasilnya objektif dan ilmiah. Tim terdiri dari:

  • ​Ahli Falak dan BMKG.
  • ​Hakim Pengadilan Agama (untuk menetapkan kesaksian).
  • ​Organisasi Kemasyarakatan Islam (Ormas).
  • ​Akademisi dari Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren.

21 Titik Lokasi Pengamatan di Jawa Timur:

Kota Blitar, Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Kabupaten Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo.

​Kementerian Agama mengimbau agar seluruh umat Islam di Jawa Timur tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

​(Humas Kanwil Kemenag Jatim)

Baca Lainnya