Mahasiswa Umsura Gagas "MAFATHIR": Transformasi Spiritual untuk Kebangkitan Peradaban di Masjid Al-Ikhlas

yupan
Selasa, 17 Februari 2026 22:42 WIB
Istimewa

 

Surabaya, eNews – Semangat fastabiqul khairat mewarnai hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo, Kota Surabaya. Melalui program bertajuk MAFATHIR (Mahasiswa Berfastabiqul Khairat in Ramadhan), tiga mahasiswa Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menginisiasi gerakan transformasi diri bagi generasi muda.

​Mengusung tema besar “Transformasi Diri Menuju Fitrah: Ramadhan Membangun Peradaban Umat,” kegiatan ini dikoordinatori oleh Bagas Avicienna Subagyo, bersama dua rekannya, Abid Abad dan Bagas Sanabil. Selama 20 hari ke depan, mereka akan menjadikan masjid sebagai pusat laboratorium spiritual dan intelektual.

Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan

​Bagas Avicienna menegaskan bahwa MAFATHIR bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan ruang muhasabah untuk mencetak pribadi yang unggul.

​“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita dilatih menahan diri, menguatkan empati, serta membangun disiplin. Jika nilai-nilai ini diinternalisasi, akan lahir pribadi yang kembali pada fitrah dan mampu berkontribusi bagi peradaban umat,” ujar Bagas.

 

​Senada dengan hal tersebut, Abid Abad menyoroti peran mahasiswa sebagai pelopor kebaikan (pioneer of change). Menurutnya, mahasiswa Muslim memiliki tanggung jawab moral untuk menghidupkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan di tengah masyarakat. Sementara itu, Bagas Sanabil menambahkan bahwa peradaban yang besar selalu dimulai dari pembenahan karakter individu yang bersih hati dan lurus niatnya.

Rangkaian Kegiatan yang Reflektif

​Meski dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, agenda MAFATHIR dirancang secara komprehensif, meliputi:

  • Tadarus Al-Qur’an kolektif.
  • Diskusi Tematik mengenai isu keumatan.
  • Kultum (Kuliah Tujuh Menit).
  • Reflesi Bersama mengenai peran strategis mahasiswa dalam masyarakat berkemajuan.

Apresiasi dari Tokoh Muhammadiyah

​Inisiatif positif ini mendapat sambutan hangat dari Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Arie Kurniawan. Ia menilai langkah kecil yang dimulai dari masjid ini adalah fondasi utama dalam membangun kesadaran kolektif umat.

​“Kami mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa. Transformasi diri adalah kunci. Harapannya, gerakan ini menginspirasi generasi muda lainnya untuk kembali memakmurkan masjid dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata,” ungkap Arie.

​Melalui MAFATHIR, para mahasiswa ini membuktikan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum kolektif untuk memperkuat ukhuwah dan meneguhkan komitmen dalam membangun peradaban bangsa yang berlandaskan nilai keislaman. (Red)

Baca Lainnya