Jelang Ramadan, Forkopimda Boyolali Sidak Pasar Sunggingan: Stok Sembako Melimpah, Harga Terkendali
Agus Suyono
Jumat, 13 Februari 2026 04:53 WIB
Boyolali, eNews – Guna menjamin ketenangan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Sunggingan, Desa Banaran, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung stabilitas harga serta memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok di tingkat pedagang. Dalam pemantauan tersebut, turut hadir Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Nasoha, yang mendampingi jajaran pemerintah daerah.
Beras Dipastikan Surplus Hingga Akhir Tahun
Bupati Boyolali, Agus Irawan, S.H., yang memimpin langsung sidak tersebut, menyampaikan kabar baik bagi masyarakat. Ia memastikan bahwa ketahanan pangan di wilayah Boyolali dalam kondisi yang sangat aman.
“Secara stok keseluruhan, alhamdulillah aman. Bahkan untuk komoditas pangan utama seperti beras, stok kita di Boyolali diprediksi akan terus surplus hingga akhir tahun nanti,” tegas Bupati di sela-sela peninjauan lapak pedagang.
Kenaikan Harga Masih dalam Batas Wajar
Mengenai dinamika harga di pasar, Bupati menjelaskan bahwa meskipun ada fluktuasi pada beberapa komoditas, hal tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran. Menariknya, kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak dipicu oleh sentimen menjelang Ramadan, melainkan imbas dari tingginya permintaan saat tradisi Ruwahan.
“Kenaikan yang terpantau saat ini terjadi karena momen Ruwahan, bukan semata-mata karena menjelang Ramadan. Namun secara umum, harga masih stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Intervensi Pemerintah dan Edukasi Konsumen
Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama jajaran terkait, termasuk Kodim 0724/Boyolali, berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga secara berkala. Jika ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan di luar batas normal, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah intervensi pasar.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas. Kapten Inf Nasoha yang mendampingi jalannya sidak juga berpesan agar warga teliti dalam membeli produk, terutama dalam mengecek tanggal kedaluwarsa serta kualitas barang, baik saat berbelanja di pasar tradisional maupun pasar modern.
Sinergi Forkopimda ini diharapkan mampu menciptakan situasi ekonomi yang kondusif, sehingga umat muslim di Kabupaten Boyolali dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani masalah ketersediaan pangan.
Baca Lainnya
Tingkatkan Kualitas Layanan Pesisir, PT Terminal Teluk Lamong Salurkan Bantuan Alat Kesehatan ke 3 Pustu
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Targetkan 13,77 Juta TEUs, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Kian Tangguh di 2026
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Datangkan 39 Alat Bongkar Muat Baru untuk Terminal Peti Kemas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 3 Hari
Airlangga: Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Lebih Kuat di Tengah Tekanan Global
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 6 Hari
Sahid Raya Yogyakarta Susun Program Sepanjang 2026, Iftar Nusantara dan Pengajian Akbar Jadi Agenda Ramadan
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Peringati Bulan K3 Nasional, PT Terminal Teluk Lamong Uji Ketangkasan Lewat Lomba Emergency Response 2026
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 7 Hari
Hotel di Yogyakarta Manfaatkan Momentum Imlek dan Ramadan untuk Dongkrak Pariwisata Awal 2026
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 13 Hari
Transformasi Digital & Operasional Pacu Arus Peti Kemas Merauke Naik 13,5%
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Hari
Pulih dari Kendala Alat, Arus Logistik di TPK Kupang Kembali Normal
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
