Napak Tilas Sejarah di Kauman, Aisyiyah Tegalsari Surabaya Perkuat Ideologi dan Kaderisasi

yupan
Senin, 29 Desember 2025 21:48 WIB
Istimewa

 

Yogyakarta, eNews – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tegalsari Surabaya sukses menggelar kegiatan "Rihlah Dakwah" ke Kampung Kauman, Yogyakarta, pada Sabtu hingga Senin (27-29/12/2025). Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini bertujuan untuk melakukan penguatan organisasi sekaligus evaluasi program dakwah tahun 2025 guna menyongsong tahun 2026 yang lebih optimal.

​Ketua PCA Tegalsari, Nurhasanah, menyampaikan bahwa rute perjalanan menggunakan kereta api ini bukan sekadar wisata, melainkan upaya untuk menggali semangat awal perjuangan ibu-ibu Aisyiyah di pusat lahirnya Muhammadiyah.

​"Melalui rihlah dakwah ini, kami berharap Aisyiyah Tegalsari semakin berdaya dengan karya nyata sebagai wujud amal saleh. Kita belajar penguatan organisasi dan kaderisasi langsung dari akarnya," ujar Nurhasanah di tengah rombongan.

Konsolidasi dan Penguatan Ideologi

​Setibanya di Yogyakarta, rombongan langsung menempati penginapan di BLK PAY Aisyiyah. Meskipun baru saja menempuh perjalanan selama 5 jam, semangat para peserta tetap berkobar untuk melanjutkan agenda konsolidasi organisasi pada malam harinya. Fokus pembahasan meliputi tiga agenda utama: spirit sejarah dakwah, penguatan aktualisasi organisasi, serta pola kaderisasi berkelanjutan.

​Semangat spiritualitas juga diperkuat dengan kegiatan sholat tahajud dan subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian subuh. Hadir sebagai narasumber, Andi Hariyadi, Ketua MPID PDM Surabaya sekaligus pegiat sejarah Muhammadiyah.

​"Di Yogyakarta inilah KH Ahmad Dahlan melakukan terobosan dakwah yang mencerahkan saat kemiskinan dan TBC masih kuat terasa. Beliau menggerakkan dakwah yang menggembirakan dan memberdayakan," jelas Andi Hariyadi dalam kajiannya.

Menelusuri Jejak Perjuangan di Kampung Kauman

​Perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki menyusuri Kampung Kauman menuju Masjid Gede Yogyakarta. Di sana, peserta mengamati arsitektur khas Jawa yang megah sembari mendengarkan paparan sejarah mengenai perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam menyempurnakan arah kiblat dengan penuh kesantunan.

​Momentum penuh haru terasa saat rombongan berziarah ke makam Nyai Walidah Dahlan. Peserta mengaku bangga atas kiprah Nyai Walidah sebagai tokoh penggerak Aisyiyah yang diakui sebagai Pahlawan Nasional.

​Rombongan juga menyempatkan diri singgah di Langgar Kidul KH Ahmad Dahlan, tempat bersejarah yang dahulu digunakan untuk menggembleng kader-kader awal Muhammadiyah. Penelusuran berakhir di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jalan KH Ahmad Dahlan.

​Melalui kegiatan ini, Andi Hariyadi menekankan pentingnya nilai-nilai ketauhidan yang merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an (QS. Ali Imran: 104, 190, dan Maryam: 59) sebagai bahan diskusi untuk mengembangkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini.

"Rihlah Dakwah ini diharapkan membawa energi baru bagi PCA Tegalsari untuk terus bergerak mencerahkan umat di Surabaya," pungkas Andi Hariyadi.

Baca Lainnya