Malam Pertama Ramadhan di Masjid Al Azhar: Mengetuk Gerbang Taqwa dengan Syukur dan Kedermawanan

yupan
Rabu, 18 Februari 2026 03:59 WIB
Ketua Takmir Masjid Al Azhar, H. Sutikno, S.Sos., M.H. ketika memberikan tausiyah perdana. (Istimewa)

 

Surabaya, eNews – Suasana khidmat menyelimuti rangkaian ibadah bulan suci Ramadhan 1447 H  perdana di Masjid Al Azhar, pada Selasa malam (17/2/2026). Ketua Takmir Masjid Al Azhar, H. Sutikno, S.Sos., M.H., menyambut jamaah shalat Isya dan Tarawih dengan pesan menyentuh tentang pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi spiritual dan sosial.

​Mengawali tausiahnya, Sutikno mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, mengingatkan jamaah bahwa tujuan akhir dari puasa adalah meraih derajat Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa).

Menghidupkan Rumah Allah

​Sutikno menekankan bahwa kehadiran jamaah yang memadati masjid pada malam pertama adalah bukti nyata kecintaan kepada Allah SWT. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari orang tua hingga anak-anak—untuk konsisten memakmurkan masjid.

​"Hadirnya Bapak, Ibu, dan adik-adik sekalian adalah tanda keimanan. Mari kita jadikan Ramadhan ini momentum menghidupkan masjid, bukan hanya saat Tarawih, tapi juga pada Subuh berjamaah, tadarus, dan kajian-kajian ilmu," ujarnya.

 

​Sebagai informasi bagi jamaah, Masjid Al Azhar tetap menjalankan agenda dakwah rutin dengan penyesuaian waktu. Kajian yang biasanya dilaksanakan setelah Maghrib pada hari Ahad, kini dialihkan menjadi kajian setelah shalat Tarawih. Selain itu, masjid juga menyelenggarakan buka puasa bersama setiap hari selama bulan Ramadhan.

Investasi Akhirat Melalui Infak

​Selain penguatan ibadah ritual, pihak takmir juga mendorong jamaah untuk mengasah kedermawanan. Mengingat Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam bersedekah di bulan Ramadhan, Sutikno mengajak jamaah melakukan "investasi akhirat" melalui infak.

​Ia pun merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 261, yang menjanjikan pelipatgandaan pahala hingga 700 kali lipat. "Satu butir derma akan dibalas berlipat ganda, apalagi jika dilakukan di bulan yang penuh berkah ini. Infak Anda akan menjadi saksi di hari kiamat kelak," imbuhnya.

Komitmen Pelayanan dan Pesan Ukhuwah

​Menutup tausiyahnya, Sutikno menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah mendukung operasional masjid. Namun, ia juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika dalam pelayanan selama ini masih terdapat kekurangan.

​"Kami menyadari sebagai manusia biasa, pelayanan kami mungkin belum sempurna. Kami memohon maaf lahir dan batin dan berkomitmen untuk terus berbenah demi kenyamanan ibadah kita bersama," ungkapnya.

​Di akhir pesan, Ketua Takmir berpesan agar seluruh jamaah tetap menjaga ukhuwah islamiyah, saling menghargai jika terdapat perbedaan awal puasa, dan tetap fokus pada tujuan utama yaitu meraih ridha Allah SWT.

Baca Lainnya