Menanam "Kurma" Dakwah di Pakis Gunung: Jejak Ketulusan Pak Abdullah Membangun Panti Asuhan
yupan
Rabu, 31 Desember 2025 15:49 WIB
Surabaya, eNews – Di balik padatnya kawasan Pakis Gunung, Surabaya, tersimpan sebuah kisah perjuangan dakwah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Adalah Pak Abdullah, seorang guru agama yang menjadi tokoh sentral di balik kokohnya pilar kemanusiaan dan penyelamatan akidah masyarakat di wilayah tersebut sejak era 1970-an.
Kisah ini dituliskan oleh Mochammad Adi Pramono, Ketua MDMC Surabaya, sebagai pengingat akan pentingnya ketulusan dalam berkhidmat di jalan Allah dan Muhammadiyah.
Melawan Arus di Kawasan "Hitam"
Perjuangan Pak Abdullah dimulai saat ia menetap di Pakis Gunung pada tahun 1975. Kala itu, wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan "hitam" dengan kondisi sosial yang memprihatinkan. Tantangan semakin nyata karena di saat masjid belum tersedia, lembaga non-Muslim sudah aktif memberikan santunan kepada warga kurang mampu.
Bersama rekan-rekan seperjuangannya, Pak Abdullah merintis kegiatan di Masjid Al-Amin untuk membentengi akidah warga. Karena kegiatan santunan dari pihak luar sering menarik minat anak-anak, ia memutuskan menjadikan rumah pribadinya sebagai markas mengaji dan santunan tandingan demi menyelamatkan generasi muda setempat.
Mukjizat Pembangunan Panti Asuhan
Cibiran dan keraguan masyarakat tidak menyurutkan langkahnya. Pada tahun 1988, sebidang tanah untuk panti asuhan berhasil dibeli seharga Rp 10 juta. Proses pembangunan yang berlangsung antara tahun 1990 hingga 1997 menjadi saksi turunnya dukungan yang tak terduga.
"Sumbangan datang seperti hujan. Mulai dari formulir yang kami kirim ke Pak Harto, Akbar Tandjung, hingga Jenderal Yusuf, semua ikut menyumbang," kenang Pak Abdullah. Kini, panti tersebut telah berkembang menjadi tiga gedung yang menyantuni anak-anak dari jenjang TK hingga SMA.
Integritas Tinggi: "Jangan Makan dari Muhammadiyah"
Memegang prinsip "Besarkan Muhammadiyah, jangan makan dari Muhammadiyah," Pak Abdullah menerapkan standar kejujuran yang sangat ketat. Ia memastikan setiap rupiah uang donatur dikelola secara profesional untuk kebutuhan sekolah dan masa depan anak asuh.
Ketegasannya terbukti saat ia melepaskan jabatan kepengurusan panti pada tahun 2013. Selain meninggalkan pondasi organisasi yang kuat, ia menyerahkan sisa kas panti sebesar Rp 130 juta kepada pengurus baru. "Harta panti harus untuk panti, bukan untuk pengurus," tegasnya.
Pesan untuk Generasi Penerus
Kini, di usia 80 tahun, Pak Abdullah tetap aktif berdakwah dan mendirikan Yayasan Abdullah Sholeh. Baginya, perjuangan di pergerakan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin baru akan dinikmati oleh generasi mendatang.
"Kita seperti menanam pohon kurma. Walaupun kita tidak merasakannya, anak cucu kita nanti yang akan menikmati buahnya," tuturnya. Ia berharap ke depan panti asuhan tersebut dapat memiliki sekolah sendiri sebagai amalan jariyah yang terus mengalir.
Kisah Pak Abdullah adalah potret nyata bahwa niat tulus dan kerja keras dalam berdakwah tidak akan pernah sia-sia.
Penulis: Mochammad Adi Pramono
(Ketua MDMC Surabaya)
Baca Lainnya
Liburan Usai, Ketua RT 06 Dupak Bandarejo Bagikan 5 Strategi Jitu Siapkan Anak Kembali ke Sekolah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 2 Hari
Milad Ke-58 SD Muhammadiyah 11 Surabaya: Mengabdi untuk Negeri, Mencetak Generasi Qur’ani
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 4 Hari
Surabaya Untuk Semua, Merawat Harmoni di Tengah Keberagaman Identitas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 8 Hari
Menuju Puncak Natal Kemenag: Niat Baik yang Perlu Hati-Hati
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 12 Hari
Setiap Hari adalah Hari Ibu: Refleksi Aku dan Mama
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 15 Hari
Inovasi Tanpa Batas, Peran Vital Teknologi IoT dalam Memperkuat Mobilitas Disabilitas
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 19 Hari
Swasembada di Atas Luka: Mempertanyakan Ambisi Energi di Tengah Krisis Ekologi
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 20 Hari
Dilema Historiografi Nasional, Antara Revitalisasi Narasi dan Sanitasi Kebenaran Sejarah
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 21 Hari
Perpol Nomor 10 Tahun 2025 Sah Secara Hukum, Tidak Bertentangan dengan Putusan MK Mengenai Penempatan Anggota Polri
- 0 Suka .
- 0 Komentar .
- 22 Hari
