Transformasi Dakwah Digital: LSB PDM Surabaya Gelar Workshop Film Pendek dan Lomba Cipta Lagu

yupan
Rabu, 28 Januari 2026 14:52 WIB
Workshop Pembuatan Film Pendek serta Lomba Cipta Lagu Anak dan Religi yang diselenggarakan oleh LSB PDM Surabaya. (Yuda/eNews)

Surabaya, eNews – Menghadapi tantangan era digital yang semakin kompetitif, Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melakukan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi kreatif para pendidik. 

Melalui kolaborasi seni dan teknologi, LSB PDM Surabaya menggelar Workshop Pembuatan Film Pendek serta Lomba Cipta Lagu Anak dan Religi.

​Acara yang berlangsung pada 28-29 Januari 2026 di Auditorium The Millenium Building (TMB) Lantai 4 Din Syamsuddin SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya ini menghadirkan Yusril Ihza FA, Founder Studio Daluang, sebagai pemateri utama untuk membimbing para peserta dalam teknik sinematografi.

Membangun Dakwah Melalui Lensa Digital

​Ketua LSB PDM Kota Surabaya Edy Susanto MPd menegaskan bahwa, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru bagi guru dan karyawan di lingkungan sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya, mulai dari tingkat TK Aisyiyah, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK.

​"Kami ingin guru-guru Muhammadiyah bisa mengikuti perubahan tren di era digital. Keterampilan pembuatan film pendek ini nantinya bisa dikembangkan untuk pembuatan profil sekolah hingga film anak yang inspiratif," ujar Edy kepada awak media eNews.id, Rabu (28/1/2026).

​Ia pun menambahkan bahwa, dakwah di masa kini tidak boleh hanya terpaku pada pendekatan kultural konvensional, tetapi harus merambah ke dakwah digital. Dengan menguasai sinematografi, para guru diharapkan mampu mewarnai ruang digital dengan konten-konten positif dan edukatif bagi masyarakat luas.

Menghidupkan Kembali Lagu Anak yang Beradab

​Selain workshop film, LSB PDM Surabaya juga menaruh perhatian besar pada konsumsi musik anak-anak saat ini. Melalui Lomba Cipta Lagu Anak dan Religi, LSB berupaya menyediakan alternatif hiburan yang sesuai dengan usia dan nilai-nilai pendidikan.

​“Kami prihatin melihat anak-anak lebih banyak mengonsumsi lagu dewasa atau lagu barat yang kurang sesuai dengan usia mereka. Lewat lomba ini, kami ingin mengembalikan keceriaan anak-anak melalui lagu yang membangun empati dan inspirasi, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan,” imbuhnya.

Dengan adanya inisiatif ini, LSB PDM Surabaya berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga menjadi inkubator kreativitas yang mampu menghasilkan karya seni berkualitas di kancah nasional.

Baca Lainnya